Menu Close

4 Permainan Tradisional Jawa Barat Super Menarik

4 Permainan Tradisional Jawa Barat Super Menarik

Jawa Barat  memiliki banyak keragaman budaya, salah satunya hadir dalam bentuk permainan tradisional. Sayang seribu sayang, permainan tradisional tersebut banyak yang terlupakan dan lambat laun tergerus oleh zaman. Tidak lain karena semakin majunya teknologi yang mana anak generasi masa kini lebih memilih bermain gadget daripada bermain permainan tradisional bersama teman-teman lingkungan luar rumah.

Padahal permainan tradisional banyak memberikan efek yang positif dalam membentuk karakter anak. Permainan tradisional memang mengajarkan kepada anak tentang solidaritas, kebersamaan, kekompakan dan masih banyak lagi. Sangat sayangkan memang kalau sampai terlupakan. Nah, untuk membuat Anda ingat, berikut kami ulas permainan tradisional Jabar yang seru dan menarik.

Permainan Tradisional Jawa Barat Super Menarik

Permainan Tradisional Jawa Barat : Tokecang

Permainan Tradisional Jawa Barat Tokecang

Pertama adalah Tokecang yang mana merupakan kependekan dari Tokek Makan Kacang. Permainan ini sangat populer pada Indonesia karena sering mainkan anak-anak pada zaman tersebut. Meski sudah tidak seantusias dulu, tetap masih ada anak generasi sekarang yang sudi memainkan permainan tradisional ini.

Tokecang bisa mainkan oleh banyak orang, namun harus berpasangan dan berhadap-hadapan sambil menyanyikan lagu Tokecang. Setelah selesai menyanyikannya, pasangan tersebut harus berbalik arah seraya memutar tangannya hingga barisan belakang. Jika sudah sampai Sapariuk Kosong, maka pasangan harus mengangkat tangannya sebagai tanda selesai.

Gobak Sodor

Gobak Sodor

Permainan tradisional asal Jawa Barat berikutnya adalah Gobak Sodor yang bisa mainkan oleh 10 anak atau lebih. Permainan ini bisa lakukan oleh dua kelompok yang terdiri dari 3-5 anak. 2 kelompok tersebut kemudian tentukan sebagai tim jaga atau tim penyerang. Kelompok tim jaga menjaga areanya agar tidak bisa dimasuki oleh tim penyerang, begitu juga sebaliknya.

Kapan permainan ini selesai? Permainan selesai jika tim jaga berhasil menahan tim penyerang sehingga tidak ada anggota yang tersisa. Tim penyerang akan menang jika seluruh anggota mereka berhasil sampai hingga garis finish. Pada zamannya, permainan gobak sodor ini benar-benar mengasyikkan dan bisa melatih kekompakan dan kedisiplinan.

Pepelotekan

Pepelotekon

Pepelotekan adalah permainan yang berasal dari bambu dan menjadi favorit mayoritas anak generasi 90-an. Pletokan bambu adalah senapan yang berasal dari bambu, yang terdiri dari selongsong dan pendorongnya. Memainkan Pepelotekan pada zaman dahulu rasanya hampir mirip lah dengan bermain PUBG, Free Fire dan Fortnite pada zaman sekarang.

Pletokan bambu terbuat dari bambu kecil dan panjang namun kuat dan pendorong yang juga terbuat dari bambu. Untuk pelurunya, maka Anda bisa mencari buah jambu air yang masih muda dan kecil agar sesuai dan bisa masuk ke dalam bambu. Begitu peserta permainan siap, permainan Pepelotekan bisa mulai. Usahakan menghindari menembak bagian vital seperti mata ya karena rasanya sakit.

Jajangkunan

Permainan Tradisional Jawa Barat Jajangkunan

Selanjutnya adalah Jajangkunan atau bisa juga sebut dengan egrang. Jajangkunan adalah egrang versi Jawa Barat, yaitu permainan tradisional yang terbuat dari bambu. Jajangkunan populer sebagai permaianan tradisional yang sering mainkan oleh anak-anak generasi 80-an dan 90-an. Sekarang ini, Jajangkunan hanya mainkan pada acara tertentu.

Untuk memainkan Jajangkunan, maka bisa menggunakan dua bambu ukuran orang dewasa. Bambu tersebut kemudian lubangi pada bagian bawah sebagai pijakan yaitu seukuran telapak kaki orang dewasa. Nah, jika sudah jadi, bambu tersebut bisa anda naiki dan gerakkan layaknya sedang berjalan. Biasanya Jajangkunan buat perlombaan, seringnya pada acara perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.

Demikianlah ulasan tentang permainan tradisional yang berasal dari Jawa Barat yang menarik dan harus kita lestarikan. Kekayaan budaya, apapun bentuknya memang harus lestarikan agar jati diri bangsa kita tetap terjaga dan tidak terlupakan.