Menu Close

4 Permainan Tradisional Betawi Paling Ikonik Indonesia

4 Permainan Tradisional Betawi Paling Ikonik Indonesia

Betawi adalah salah satu nama suku bangsa dalam Indonesia yang berdomisili Batavia (Jakarta). Mereka adalah suku pendatang yang mana merupakan keturunan campuran dari berbagai etnis dan suku dalam Indonesia pada masa itu. Karena pekatnya asimilasi sana, Betawi menjadi suku yang majemuk yang juga kaya akan ragam budaya dan permainan tradisional Betawi.

Kekayaan budaya yang mereka miliki salah satunya berwujud dalam bentuk permainan tradisional. Betawi banyak memiliki permainan tradisional ikonik yang seharusnya terus terlestarikan. Perkembangan teknologi seharusnya tidak menjadi alasan untuk melupakan jati diri bangsa kan? Nah, pada bawah ini akan kami ulas permainan tradisional asal betawi yang ikonik dan harus Anda ketahui.

Permainan Tradisional Betawi Paling Ikonik

Gangsing

gangsing

Permainan tradisional Betawi yang pertama adalah Gangsing. Siapa sih yang tidak kenal permainan mengasyikkan ini? Jangan salah, meski ada gangsing modern yang terbuat dari plastik dan besi, gangsing ala Betawi terbuar dari kayu yang bentuknya mengerucut. Ujung kayu tersebut terpaku lalu liliti tali sedemikian rupa sebagai pemicu agar gangsing bisa berputar dengan kencang.

Permainan tradisional Betawi ini bisa mainkan oleh 2 orang atau lebih. Biasanya yang pertandingkan adalah gangsing mana yang lebih lama berputar. Jadi pemain gangsing harus melepaskan gangsing sekeras mungkin dengan teknik tertentu agar gangsing tersebut bisa berputar dalam waktu yang lama. Gangsing begitu gandrungi pada masa itu meski sekarang sudah mulai terlupakan.

Gundu

gangsing

Permainan tradisional asal Betawi berikutnya adalah Gundu atau Kelereng.  Siapa sih yang tidak pernah mengenal Gundu? Permainan satu ini juga terkenal pada daerah lain, jadi bukan hanya daerah Betawi saja. Anak-anak generasi 90-an pasti sudah kenyang dengan permainan ini. Memang sangat mengasyikkan sih, selain itu juga bisa melatih ketangkasan kita dalam membidik target.

Gundu/kelerang yang berasal dari marmer, kaca dan tanah liat ini memang sangat gemari pada masanya. Biasanya permainan Gundu ikuti oleh lima orang, yang mana mereka membuat sebuah lubang kecil pada tanah. Selanjutnya pemain akan berjejer dalam jarak tertentu dan melemparkan kelereng mereka sedekat mungkin dengan lubang. Pemain yang paling dekat mendapat giliran main pertama.

Lompat Tali

lompat tali

Permainan tradisional asal Betawi berikutnya adalah Lompat Tali. Lompat Tali adalah permainan tradisional yang menggunakan karet yang tersambung sebagai media utama permainan. Tidak hanya Betawi, permainan ini juga sudah populer pada daerah lain seluruh Indonesia. Dulu permainan ini bisa menjadi media olahraga karena pemain wajib untuk melompat tinggi-tinggi melewati atas tali.

Biasanya permainan lompat tali ini sering mainkan oleh anak perempuan yang berjumlah 3 orang. 2 orang anak memegang ujung tali sepanjang 5 meter dan menggoyangkannya, sedangkan satu anak melompati tali tersebut dan berusaha agar tidak terjerat. Jika anak yang lompat tersebut terjerat, maka gantian dia yang memegang talinya, begitu seterusnya hingga capek dan bosan.

Petak Umpet

petak umpet

Permainan petak umpet sangat populer pada kalangan anak-anak Betawi. Pada masanya banyak anak bermain petak umpet kala bulan purnama dekat lokasi yang luas semisal lapangan. Biasanya permainan ini terikuti oleh 5 enam orang anak atau lebih. Setelah melakukan pengundian, yang kalah bertugas mencari dan teman-teman lainnya akan bersembunyi di tempat yang aman agar tidak ditemukan.

Demikianlah ulasan tentang permainan tradisional Betawi yang ikonik dan wajib Anda tahu. Meskipun zaman sudah berkembang lebih maju, kita harus melestarikan permainan tradisional tersebut karena merupakan ragam kekayaan budaya bangsa Indonesia.